Month: June 2018

Dokter Bimanesh Dituntut 6 Tahun Penjara dan Denda Rp300 Juta

Dokter Bimanesh Dituntut 6 Tahun Penjara dan Denda Rp300 Juta

Jaksa Penuntut Umum (KPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut terdakwa merintangi penyidikan e-KTP Bimanesh Sutardjo 6 tahun penjara.

Dalam tuntutannya, Jaksa meyakini Bimanesh terbukti merintangi penyidikan korupsi e-KTP yang menjerat Setya Novanto.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 6 tahun dan ditambah dengan pidana denda sebesar Rp300 juta,” kata Jaksa Kresno Anto Wibowo di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (28/6).

Jaksa menyatakan bila Bimanesh tidak membayar denda maka diganti pidana kurungan selama 3 bulan. Jaksa menilai Bimanesh membantu Fredrich Yunadi untuk menghalangi penyidikan kasus korupsi e-KTP.

Bimanesh membantu Fredrich saat Setya Novanto akan dirawat di RS Medika Permata Hijau. Dia meminta Plt Manajer Medik RS Medika Permata Hijau dr Alia untuk merawat Setnov dengan alasan penyakit berat.

Dalam berkas tuntutan jaksa, Bimanesh disebut menangani Setnov tanpa prosedur yang benar. Dia juga membantu Fredrich menuliskan surat pengantar untuk Setnov.

“Disebut ada diagnosis hipertensi, vertigo, dan diabetes meilitus sekaligus catatan hasil pemeriksaan awal. Padahal, Bimanesh belum mendapat surat rujukan dari RS Premier Jatinegara yang pernah merawat Novanto,” ujar Jaksa.

Betapa Fasihnya Fernandinho Bermain Sebagai Half-Back

Minggu (3/2) malam lalu, Manchester City sukses mengalahkan Arsenal bersama dengan skor lumayan meyakinkan, 3-1. Kekalahan Arsenal ini melanjutkan rekor buruk Unai Emery di dalam karier kepelatihannya yang belum pernah serupa sekali memenangkan pertandingan pas berhadapan bersama dengan kesebelasan asuhan Pep Guardiola. Juru taktik Arsenal berikut hanya mencatatkan empat hasil imbang dan tujuh kali kalah di dalam 11 pertemuan paling akhir sebelum saat ke-2 kesebelasan bersua di pekan ke-25 Liga Inggris. Dari faktor statistik, City dapat menguasai pertandingan bersama dengan penguasaan bola 59% berbanding 41%. Bukan hanya itu, tetapi di dalam urusan percobaan tendangan pun, City jauh mengungguli Arsenal bersama dengan 19 percobaan tembakan (12 di antaranya berkenaan sasaran) berbanding 4 (2 di antaranya berkenaan sasaran) punya Arsenal.

Kebobolan cepat di menit pertama oleh gol Aguero direspons bersama dengan baik oleh Arsenal lewat sundulan Laurent Koscielny menggunakan sundulan Nacho Monreal setelah menerima tendangan penjuru dari Lucas Torreira pada menit ke-11. Perlawanan sengit yang ditunjukkan Arsenal pada akhirnya harus memudar setelah kebobolan lewat gol Sergio Aguero pada menit ke-44. Selepas turun minum, City justru sukses tunjukkan dominasinya bersama dengan melaksanakan 13 percobaan tendangan ke gawang Arsenal sedangkan Arsenal gagal melaksanakan percobaan tendangan serupa sekali ke gawang City. Alhasil Aguero sukses melesakkan gol ketiganya ke gawang Leno pada malam itu untuk menyudahi pertandingan.

Menurut Arsenal turun bersama dengan formasi 3-4-3 yang sewaktu waktu dapat bermutasi menjadi 4-4-2. Taktik ini merupakan andalan Emery pas harus bersua bersama dengan tim-tim besar di liga. Setelah babak belur bersama dengan menggunakan formula empat bek murni pas melawan Liverpool, ia memodifikasi taktiknya bersama dengan pola tiga bek pas melawan Chelsea dan sukses berlangsung bersama dengan baik. Pola tiga bek ala Emery ini didukung oleh dua bek sayap di lini sedang yang pada pas bertahan dapat bermain lebih di dalam untuk mendukung pertahanan. Ketika bertahan Arsenal dapat bermain bersama dengan lima sampai enam pemain bertipe bek. Guardiola merespons taktik Emery bersama dengan pilih Kyle Walker, Nicolas Otamendi, dan Aymeric Laporte di garis pertahanan terakhir. Pep lantas mengisi pos gelandang bersama dengan lima pemain.