Category: Kesehatan

4 Faktor yang Membuat Perut Buncit

Setiap orang bisa mengalami perut buncit karena faktor yang membuat perut buncit adalah kebiasaan dan pola hidup yang tidak sehat. Karena itu untuk menghindari atau mengatasi perut membuncit, Anda harus tahu penyebabnya terlebih dahulu.

Ketahui Faktor yang Menyebabkan Perut Buncit Berikut untuk Menghindarinya

Ketika mengalami perut buncit setiap orang pasti merasa tidak percaya diri. Karena itu, untuk mencegah agar tidak buncit, Anda harus bisa menghindari hal-hal yang menyebabkan perut buncit tersebut. Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan perut buncit, diantaranya adalah sebagai berikut.

  1. Faktor Pola Hidup yang Tidak Sehat

Diantara banyaknya faktor yang membuat perut buncit, pola hidup yang tidak sehat adalah faktor paling sering menjadi penyebab namun juga paling sering diabaikan. Pola hidup yang tidak sehat ini misalnya jam tidur yang kurang, kurang berolahraga dan beberapa kebiasaan tidak sehat lain. Penelitian sudah banyak membuktikan jika kurangnya jam tidur akan berdampak pada kenaikan berat badan yang signifikan. Termasuk juga mempermudah penumpukan lemak, terutama di bagian perut yang menyebabkan perut buncit. Begitu pula kebiasaan jarang berolahraga. Olahraga adalah cara terbaik untuk pembakaran lemak. Jika kurang berolahraga, bisa dipastikan penimbunan lemak akan jadi lebih mudah. Dengan begitu juga akan lebih mudah menyebabkan perut buncit.

  1. Faktor Makanan yang Dikonsumsi

Selain pola hidup, faktor makanan yang dikonsumsi juga menjadi faktor penyebab perut menjadi buncit. Faktor makanan ini maksudnya pemilihan jenis makanan yang dikonsumsi. Tentu saja ada berbagai jenis makanan yang menyebabkan perut menjadi buncit lebih mudah. Salah satu jenis makanan yang menjadi penyebab perut jadi lebih mudah buncit adalah makanan cepat saji. Makanan cepat saji sudah terbukti memiliki kandungan kalori dengan jumlah yang sangat banyak, bahkan jika dikonsumsi bersamaan jumlahnya melebihi kebutuhan kalori harian. Makanan cepat saji tidak hanya mengandung kalori, namun juga lemak jahat. Lemak ini adalah jenis lemak yang sulit dicerna oleh tubuh, sehingga sering tertimbun di bagian tertentu tubuh, termasuk perut, yang kemudian membuat perut menjadi buncit.

  1. Faktor Kebiasaan Sehari-hari

Faktor penyebab perut buncit terakhir yang mungkin tidak disadari oleh sebagian besar orang. Faktor kebiasaan sehari-hari yang menjadi penyebab perut mudah menjadi buncit ini misalnya karena kebiasaan duduk dan berdiri tidak tegak. Kebiasaan duduk atau berdiri tidak tegak akan membuat otot di bagian perut menjadi mengendur. Otot perut yang mengendur juga akan mengakibatkan lemak perut menjadi semakin berlipat. Selain kebiasaan duduk dengan postur yang salah, kebiasaan kurang minum air putih juga menjadi penyebab perut jadi lebih mudah buncit.

Perut buncit adalah hal yang pasti menjadi keluhan setiap orang yang mengalaminya karena bisa menurunkan kepercayaan diri. Penampilan Anda akan terlihat kurang maksimal karena perut buncit. Karena itu, Anda harus tahu faktor yang membuat perut buncit untuk menghindarinya.

6 Cara Mencukur Bulu Kemaluan Yang Tidak Gatal Pada Wanita

Memang terkadang rambut kemaluan yang tumbuh pada orang dewasa terlebih pada seorang wanita akan sedikit mengganggu. Pasalnya adanya rambut kemaluan itu selain akan membuat tidak nyaman, tetapi juga terkadang akan membuat seseorang merasa tidak percaya diri pada saat akan melakukan hubungan seksual. Mencukur bulu kemaluan adalah salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut. Tetapi mencukur rambut kemaluan ini terkadang akan menimbulkan rasa gatal. Lalu adakah cara mencukur bulu kemaluan wanita yang tidak gatal? Mencukur hingga habis rambut kemaluan terkadang akan menyisakan rasa gatal dan sedikit sensasi yang menusuk nusuk. Tetapi rasa gatal tersebut akan hilang dengan sendirinya selang beberapa hari.

Tidak perlu khawatir karena ada 6 cara mencukur bulu kemaluan yang tidak gatal pada wanita diantaranya yaitu :

  1. Tidak Mencukur Hingga Bersih Atau Habis

Cara pertama supaya tidak gatal pada saat mencukur rambut kemaluan adalah sebelum rambut kemaluan tersebut dicukur maka alangkah baiknya memangkasnya terlebih dahulu. Terlebih lagi jika rambut yang dimiliki pada area Miss V cukup lebat. Pasalnya pisau cukur yang akan kamu gunakan hanya berfungsi untuk mencukur rambut yang pendek saja. OIeh karena itu salah jika menggunakannya untuk mencukur rambut kemaluan yang lebat dan panjang.

  1. Meregangkan Kulit Kemaluan Dengan Kencang

Akan berisikonya kulit terkena luka jika kondisi kulit kemaluan longgar. Untuk kulit yang agak rata maka penggunaan pisau cukur akan cukup efektif. Dengan melakukan cara ini maka dapat membantu untuk mencukur lebih mudah.

  1. Mencukur Secara Perlahan Dan Lembut

Cukurlah rambut kemaluan secara perlahan lahan. Jika rambut kemaluan tumbuh kebawah maka untuk mencegah iritasi, cukur rambut kebawah. Karena jika mencukur rambut kemaluan dengan arah yang berlawanan bukanlah ide yang baik, karena melakukan ini akan menyebabkan gatal dan ruam. Supaya tidak menyebabkan rasa gatal maka cara memangkasnya yang benar adalah dari sisi ke sisi. Dengan melakukan cara ini kulit nantinya akan lebih terbiasa dengan rasa pisau cukur pada area Miss V.

  1. Mencukur Bagian Pantat

Cobalah mempertimbangkan untuk mencukur bagian pantat, karena rambut juga akan tumbuh pada bagian pantat. Pastikan mencukurnya dengan sangat lembut karena mencukur pada area pantat ini bukanlah hal yang mudah. Kamu dapat mencukurnya setelah area kelamin dan pastikan tidak terlalu keras menekannya karena dapat menyebabkan peradangan. Dan pertimbangkan untuk tidak mencukur hingga habis, karena jika mencukurnya hingga habis dapat menyebabkan meningkatnya penyakit menular seksual.

  1. Berendam Dalam Air Hangat

Supaya mencukur rambut kemaluan tidak gatal juga bisa dilakukan dengan berendam air hangat. Dengan berendam air hangat akan lebih lembutnya rambut rambut yang kasar sehingga mencukur akan lebih mudah. Selain itu juga dengan berendam air hangat ini juga akan terangkatnya sel sel kulit mati pada area miss V.

  1. Menggunakan Sabun

Supaya terhindar dari iritasi maka sebaiknya jangan pernah lupa untuk menggunakan sabun atau cukup dengan menggunakan busanya saja. Untuk mencukur rambut kemaluan ini harus dilakukan dengan hati hati supaya tidak terjadi luka. Pasalnya jika sampai terjadi iritasi maka tidak hanya gatal saja yang akan dirasakan, tetapi juga rasa perih yang akan dibarengi sensasi panas seperti terbakar.

Selain itu juga supaya tidak gatal pada saat mencukur bulu kemaluan bisa dengan menggunakan gel aloe vera.

4 Poin Penting Agar Ibu Hamil Tidak Keguguran

Image result for ibu muslimah hamil

Momen yang paling membahagiakan bagi para pasangan suami istri yang baru menikah, yakni bisa menjadi orang tua yang sesungguhnya. Dengan demikian, maka tidak heran jika para pasutri yang baru menikah ini ingin segera memiliki momongan. Terutama untuk sang istri, dimana merekalah yang paling mendambakan akan hal tersebut.

Saat dalam keadaan hamil, tentu saja kita harus benar-benar menjaga kondisi kesehatan tubuh dan janin agar terhindar dari keguguran. Namun sayangnya, ternyata masih ada saja sebagian dari mereka yang belum tahu tentang faktor-faktor penyebab keguguran. Tanpa banyak panjang lebar lagi, inilah 4 poin penting bagi ibu hamil agar terhindar dari keguguran :

  1. Hindari Makanan-makanan Laut Selama Kehamilan

Poin penting pertama bagi ibu hamil agar tidak keguguran, yakni hindari makanan-makanan laut. Menurut kabar yang beredar, ada beberapa jenis makanan laut yang tidak boleh dikonsumsi oleh ibu hamil. Ya, jenis-jenis makanan laut tersebut diantaranya adalah kepiting, ikan tenggiri, kerang, udang, ikan makarel, ikan hiu, ikan tuna, dan lain sebagainya. Mengapa demikian? Pasalnya, jenis-jenis makanan laut tersebut mengandung merkuri yang dapat merusak janin hingga menyebabkan keguguran lho.

  1. Hindari Konsumsi Alkohol

Sudah menjadi rahasia umum, bahwa minuman alcohol ini merupakan musuh utama bagi kesehatan manusia, terutama untuk ibu hamil. Tak hanya dapat merusak janin, alcohol ini juga akan terserap oleh janin yang bisa menyebabkan keguguran. Selain minuman beralkohol, minuman bersoda juga sangat tidak disarankan untuk dikonsumsi oleh ibu hamil.

  1. Hindari Aktifitas-aktifitas Yang Berat

Poin penting berikutnya yang harus diketahui ibu hamil agar terhindar dari keguguran, yakni menghindari aktifitas-aktifitas yang berat.  Ya, aktifitas yang berat ini akan membuat perut terguncang hebat, sehingga akan mengganggu dan merusak perkembangan janin. Bahkan yang lebih mengerikannya lagi, aktifitas yang berat ini juga sangat berpotensi terjadinya keguguran lho.

  1. Hindari konsumsi Buah Nanas Selama Kehamilan

Tentu kita sudah sering mendengar bahwa  buah nanas ini dapat mengancam kondisi janin untuk ibu hamil. Ya, hal itu pun terbukti, dimana buah yang satu ini selalu dicari oleh oknum-oknum wanita hamil yang hendak menggugurkan kandungannya. Berdasarkan dari hasil penelitian, buah nanas memiliki zat bromelain yang dapat melunakkan dinding rahim sehingga berpotensi terjadinya keguguran.

Itulah 4 poin penting yang harus bunda ketahui agar terhindar dari keguguran. Selain itu, bunda juga jangan sampai lupa untuk selalu memperhatikan asupan nutrisi.

Singapura akan Memulangkan Wisatawan yang Belum Divaksin

Singapura akan Memulangkan Wisatawan yang Belum Divaksin

Singapura berencana menerapkan peraturan baru yang cukup ketat untuk wisatawan, yaitu memulangkan siapa saja yang belum divaksin. Langkah ini ditempuh pemerintah Singapura sebagai upaya melindungi negaranya dari teror penyakit menular.

Sebagai negara kecil, Singapura merupakan kawasan yang cukup populer bagi wisatawan dunia. Mengutip AFP, pada tahun 2017 negara ini dikunjungi sekitar 17,4 juta wisatawan.

Tentu saja hal tersebut membawa dampak positif dari segi pendapatan, namun sisi negatifnya adalah Singapura menjadi negara yang rentan akan penyakit.

Pada tahun 2003, Singapura pernah dilanda wabah Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Wabah tersebut menewaskan 33 orang di Singapura, dan menyebabkan kerugian besar pada ekonomi serta memengaruhi jumlah wisatawan internasional.

Terkait dengan peraturan internasional saat ini, wisatawan yang berkunjung ke negara lain hanya diwajibkan melakukan vaksinasi untuk mencegah penyakit demam kuning.

Namun saat ini pengunjung yang belum divaksinasi tetap bisa masuk ke Singapura, dengan syarat mendapatkan vaksin. Sedangkan untuk beberapa kasus yang sudah serius, mereka harus diisolasi atau berada di bawah pengawasan pihak berwenang Singapura.

Pemerintah Singapura tak menutup kemungkinan untuk mewajibkan vaksinasi terhadap berbagai jenis penyakit. Hal itu tergantung dengan situasi ancaman kesehatan global yang sedang berlangsung.

Kementerian Kesehatan Singapura mengatakan upaya itu dilakukan dengan maksud menjaga Singapura dari beberapa penyakit seperti flu burung, ebola, dan sindrom pernafasan Timur Tengah.

“Sebagai pusat perdagangan global, sangat penting untuk tetap waspada terhadap ancaman kesehatan. Upaya yang harus dilakukan adalah dengan melindungi masyarakat dari berbagai penyakit yang membahayakan sekaligus menular,” tulis pihak Kementerian Kesehatan Singapura, seperti yang dikutip dari AFP, Rabu (27/6).

Wanita yang Suka Bangun Pagi Lebih Jarang Kena Depresi

Wanita yang Suka Bangun Pagi Lebih Jarang Kena Depresi

Sebuah riset terbaru mengungkapkan bahwa wanita yang bangun pagi berisiko rendah terkena depresi. Studi ini dimuat dalam Journal of Psychiatric Research.

Periset menemukan bahwa mereka yang secara alami bangun lebih awal memiliki risiko lebih rendah terkena depresi sebab mereka dapat terpapar sinar matahari lebih lama daripada mereka yang bangun siang.

Studi yang dilakukan oleh University of Colorado dan Women’s Hospital Boston ini melibatkan sebanyak 32 ribu wanita. Mereka memeriksa hubungan antara gangguan perasaan atau mood dan chronotype yaitu seberapa awal atau seberapa terlambat seseorang melakukan sinkronisasi dalam 24 jam sehari.

Gejala-gejala ini umumnya terwujud dalam skala mulai dari ‘morning larks‘ (mereka yang suka bangun pagi dan tidur awal) dan ‘night owl’ (mereka yang memilih rutinitas sebaliknya).

Peneliti menyimpulkan mereka yang berada pada skala ‘morning larks‘ memiliki peluang 12-27 persen lebih sedikit untuk terkena depresi.

Analisis dimulai pada 2009 dengan melibatkan 32ribu lebih perawat wanita. Para responden rata-rata berusia 55 tahun. Setelah tes, sebanyak 37 persen memiliki kebiasaan bangun pagi, sebanyak 53 persen mereka tipe di tengah-tengah, dan sebanyak 10 persen adalah ‘night owl‘.

Setelah studi selesai, tim periset menemukan lebih dari dua ribu kasus depresi yang berkembang dan sebanyak 290 kasus dialami mereka yang berasal dari kategori ‘night owl’.

Berdasar riset, mereka yang bangun siang lebih cenderung terkena depresi. Bahkan situasi ini bakal lebih buruk saat mereka juga ‘terikat’ dengan faktor-faktor lain seperti, hidup sendiri, merokok, dan masih single.

“Ini memberitahu kita bahwa mungkin ada efek chronotype pada risiko depresi yang tidak didorong oleh faktor lingkungan dan gaya hidup,” kata ketua tim penulis, Celine Vetter dikutip dari The Independent.