Dokter Bimanesh Dituntut 6 Tahun Penjara dan Denda Rp300 Juta

Jaksa Penuntut Umum (KPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut terdakwa merintangi penyidikan e-KTP Bimanesh Sutardjo 6 tahun penjara.

Dalam tuntutannya, Jaksa meyakini Bimanesh terbukti merintangi penyidikan korupsi e-KTP yang menjerat Setya Novanto.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 6 tahun dan ditambah dengan pidana denda sebesar Rp300 juta,” kata Jaksa Kresno Anto Wibowo di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (28/6).

Jaksa menyatakan bila Bimanesh tidak membayar denda maka diganti pidana kurungan selama 3 bulan. Jaksa menilai Bimanesh membantu Fredrich Yunadi untuk menghalangi penyidikan kasus korupsi e-KTP.

Bimanesh membantu Fredrich saat Setya Novanto akan dirawat di RS Medika Permata Hijau. Dia meminta Plt Manajer Medik RS Medika Permata Hijau dr Alia untuk merawat Setnov dengan alasan penyakit berat.

Dalam berkas tuntutan jaksa, Bimanesh disebut menangani Setnov tanpa prosedur yang benar. Dia juga membantu Fredrich menuliskan surat pengantar untuk Setnov.

“Disebut ada diagnosis hipertensi, vertigo, dan diabetes meilitus sekaligus catatan hasil pemeriksaan awal. Padahal, Bimanesh belum mendapat surat rujukan dari RS Premier Jatinegara yang pernah merawat Novanto,” ujar Jaksa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *